Doa untuk kedua Orang Tua Tercinta Lengkap bersama Arab Latin Dan berarti – Didalam ajaran Islam, berbakti kepada orang tua adalah kewajiban bagi tiap-tiap Muslim. salah satu wujud bakti yang bakal diberikan oleh seorang anak yakni mendoakan mereka.
Doa untuk kedua Orang Tua Tercinta Lengkap bersama Arab Latin Dan berarti
Mengutip buku tentu bisa Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan untuk SD/MI Kelas VI karangan Tim Tunas Karya Guru, doa menandakan permintaan harapan, permohonan dan pujian kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Berdoa dapat dijalankan kapan pun dan di mana pun tanpa dibatasi Ruang tempat serta pas saat berdoa, tentu kami dapat meminta hal-hal yang baik. Begitu pula disaat mendoakan kedua orang tua.
Sudah mestinya seorang anak senantiasa mendoakan orang tuanya supaya selamanya dilindungi dan diberkahi oleh Allah SWT. Allah lebih-lebih memerintahkannya secara pribadi melalui firman-Nya:
“Dan kita perintahkan kepada manusia sehingga berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan sulit payah (pula).” (QS. Al-Ahqaf: 15)
Sebagai wujud bakti terhadap orang tua, lihat kumpulan bacaan doa untuk ke dua orang tua lengkap bersama Arab, Latin, dan bermakna didalam ulasan tersebut ini.
Bacaan Doa untuk kedua Orang Tua
Dihimpun berasal dari buku Zikir Lengkap Pagi-Sore karya Ahmad Rasyid, berikut adalah beberapa bacaan doa untuk kedua orang tua yang akan diamalkan sehari-hari.
1. Doa untuk kedua Orang Tua
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.
Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) ke dua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di saat saya kecil.”
2. Doa untuk ke-2 Orang Tua yang tetapi Sakit
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Allahumma robbannaasi adzhibil ba’sa wasy fihu, wa antas syaafi, laa syifaa-a illa syfaauka, syifaan laa yughaadiru saqaama.
Artinya: “Ya Allah, Rabb Manusia dan alam semesta, hilangkanlah susah dan berikanlah dia kesembuhan, Engkau Dzat Yang Maha sebagai obat Tidak ada kesembuhan jika kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.”
3. Doa untuk ke-2 Orang Tua yang sedang Sakit Parah
اللَّهُمَّ اَحْيِنِي مَاكَا نَتِ الْحَيَاةُ خَيْرً الِّى وَتَوَ فَّنِى مَاكَا نَتْ الوَ فَاةُ خَيْرًا لِى
Allahumma ahyini maa kaa natil khayatu khairalli, watawaf fanni adza kaanat aafaatu khiralli.
Artinya: “Ya Allah, Sembuhkanlah penyakitnya andaikata itu lebih baik baginya. Dan cabutlah nyawanya apabila kematian itu lebih baik baginya.”
4. Doa untuk kedua Orang Tua yang udah Meninggal
اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِلْمَاءِ وَالشَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارً اخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَادْخِلْهُ الجَنَّةَ وَاعِذْهُ مِنْ عَدَابِ الْقَبرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ
Allahummaghfir Lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Aa’fu ‘anhu Wa Akrim Nuzulahu Wa Wassi’ Madkhalahu, Waghsilhu Bil Maa i Wats-tsalji Walbarodi Wa Naqqihii Minal khathaa Ya Kamaa Yunaqqats-Tsawbul Abyadhu Minad Danas.
Wa Abdilhu Daaran khairan Min Daarihii Wa Ahlan Khairan Min Ahlihii Wa Zawjan Khairan Min Zawjihi, Wa Adkhilhul Jannata Wa A ‘Idzhu Min ‘Adzaabil Qobri Wa Fitnatihi Wa Min ‘Adzaabin Naar.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah, lepaskanlah ke dua orang tuaku. Dan muliakanlah media tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, bersihkanlah kedua orang tuaku bersama dengan air yang jernih dan sejuk.
Dan bersihkanlah ke-2 orang tuaku berasal dari segala kekeliruan seperti busana putih yang bersih berasal dari kotoran.
Dan gantilah sarana tinggalnya dengan sarana tinggal yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, berasal dari yang ditinggalkannya terhitung
Masukkanlah ke-2 orang tuaku ke surga, dan lindungilah berasal dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan siksa api neraka.”
5. Doa Mohon Ampunan untuk ke-2 Orang Tua
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا
Allaahummaghfirlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiro, waliljamii’il muslimiina walmuslimaati, walmu’miniina wal mu’minaati.
Al ahyaa’i minhum wal amwaati, wataabi’ bainanaa wa bainahum bil khoiraati, robbighfir warham wa annta khoirur roohimiin, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil’aliyyil adhiimi.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya sebagaimana beliau berdua merawatku dikala saya masih kecil, begitu termasuk kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat,
semua orang yang beriman, Laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang udah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka bersama dengan kebaikan.
Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah dikarenakan Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tak ada daya dan upaya kecuali bersama dengan pertolongan-Mu.”
6. Doa untuk Orang Tua dan Saudaranya
اللَّهُمَّ اغْفِرْلِى ذُنُوْبِى وَلِوَالِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرَا . وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَلْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ . اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالْاَمْوَاتِ . وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ . رَبِّ اغْفِرْ وَارْ حَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّ احِمِيْنَ . وَلاَحَوْلَ وَلاَقوَّةَ اِلاَّبِاللَّهِ الْعَلِيِ الْعَظِيْمِ
Allahummaghfirlii, waliwaalidayya, warhamhumaa, kamaa robbayaanii shoghiiroo. Walijami’il muslimina, wal muslimati, wal mu’minina, wal mukminaati, al ahyai minhum wal amwat.
Watabi’ bainana, wa bainahum bil khairat, robbighfir warham wa anta khoirur roohimiin, walaa quwwata, illa billahil ‘aliyyil adzim.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas seluruh dosa-dosaku dan seluruh dosa ke dua orang tuaku dan kasihanilah keduanya itu sebagaimana beliau berdua mengasihiku dikala aku masih kecil.
Begitu terhitung kepada semua kaum muslimin dan muslimat, seluruh orang yang beriman, baik laki laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah di pada kita dan mereka dengan kebaikan-kebaikan-Mu.
Ya Allah berilah ampunan dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tidak ada kekuatan dan usaha jikalau dengan pertolongan-Mu.”
Cara Berbakti kepada Orang Tua
Seperti yang dijelaskan, berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban tiap-tiap anak. Tak cuman jadi wujud keimanan pada Allah, berbakti kepada orang tua terhitung bakal mendatangkan pahala.
Rasulullah SAW bahkan menjanjikan fasilitas di surga bagi umat Muslim yang mengamalkannya. di dalam Durratun Nashihin karya Utsman bin Hasan bin Ahmad asy-Syakir al-Khubawi, Rasulullah bersabda:
“Demi Tuhan yang mengutusku bersama sesungguhnya seorang hamba yang dilimpahi Allah rezeki lantas ia menyantuni dan berbuat baik kepada kedua orang tuanya, maka kelak dia bersamaku di surga.”
Selain berdoa, bakti pada orang tua dapat ditunaikan bersama beragam langkah misalnya:
1. Mendengarkan Nasihat Orang Tua
Orang tua tetap mengharapkan yang paling baik untuk anaknya. maka {dari itu} mereka dapat tetap berikan bermacam nasihat untuk diterapkan didalam keseharian, dengan harapan sang anak memiliki jalan hidup lebih baik dari mereka.
Meski perkataan dan nasihat ornag tua bisa sangat mengesalkan ingatlah bahwa itu adalah bentuk kasih sayang mereka pada anak tercintanya. jadi sebisa mungkin dengarkanlah nasihat orang tua bersama sebaik-baiknya.
2. bicara dengan Sopan
Mengutip buku Mukjizat Doa Ibu oleh Ustaz Sasetyo, bicara bersama dengan sopan adalah adab yang perlu dijaga seorang anak. Jangan sampai perkataan anak menyinggung perasaan atau apalagi menyakiti hati mereka.
Allah berfirman di dalam surat Al-Isra ayat 23:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Jika keliru seorang di pada keduanya atau kedua-duanya hingga berumur lanjut di dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah anda menyebutkan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah anda membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
3. menolong Pekerjaan Orang Tua
Tak butuh yang berat, membantu orang tua Mengerjakan pekerjaan tempat tinggal yang simpel tentu dapat meringankan beban mereka. andaikata membantu membereskan rumah layaknya membilas piring, menyapu, mengepel, atau menyetrika.
Dalil Berbakti kepada Orang Tua
Perintah untuk berbuat baik dan berbakti kepada ke dua orang tua udah tertera dalam Alquran dan hadits. tersebut adalah beberapa dalil berbakti kepada orang tua yang membutuhkan diketahui umat Muslim.
1. Surat Al-Isra Ayat 23
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Artinya: “Dan Tuhanmu udah memerintahkan sehingga kamu jangan menyembah tak hanya Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Jika keliru seorang di pada keduanya atau kedua-duanya hingga berumur lanjut didalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah anda menjelaskan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah anda membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra: 23)
2. Surat Luqman Ayat 14
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Artinya: “Dan kita perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya udah mengandungnya didalam situasi lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya di dalam usia dua th.
Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ke dua orang tuamu. sekedar kepada aku kembalimu.” (QS. Luqman: 14)
3. Surat Al-Ahqaf Ayat 15
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Artinya: “Kami wasiatkan kepada manusia sehingga berbuat baik kepada ke-2 orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya bersama susah payah (pula).
Mengandung hingga menyapihnya itu selama tiga puluh bulan. sehingga andaikan telah dewasa dan umurnya menggapai empat puluh tahun dia (anak itu) berkata:
‘Wahai Tuhanku, berilah petunjuk supaya aku bakal mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ke dua orang tuaku, akan beramal saleh yang Engkau ridai, dan berikanlah kesalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku.
Sesungguhnya saya bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya saya termasuk orang-orang Muslim.'” (QS. Al-Ahqaf: 15)
4. Hadits Riwayat Ibnu Majah
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ
Artinya: “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan ulang yakni doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian (safar), dan doa baik orang tua kepada anaknya.” (HR. Ibnu Majah)
5. Hadits Riwayat Abu Dawud
بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا »
Artinya: “‘Wahai Rasulullah, apa masih hadir cara berbakti kepada orang tua sehabis meninggal?’
Beliau menjawab, ‘Ya, bersama dengan mendoakan, menghendaki ampun untuknya, melakukan wasiatnya, menyambung silaturahmi yang tidak dapat disambung jikalau berjalan mereka dan memuliakan teman-temannya.'” (HR. Abu Dawud)