Kumpulan Sajak Sunda Pendek Dan Terjemahannya Di Dalam Bhs Indonesia

Kumpulan Sajak Sunda Pendek Dan Terjemahannya Di Dalam Bhs Indonesia – bahasa Sunda merupakan tidak benar satu bhs daerah yang meresmikan pertumbuhan sastra modern di Indonesia. tidak benar satu gaya karya sastra yang dikembangkan adalah sajak Sunda.

Kumpulan Sajak Sunda Pendek Dan Terjemahannya Di Dalam Bhs Indonesia

Mengutip buku Puisi Sunda Moderen Didalam Dua Bahasa Oleh Ajip Rosidi, antara awalannya sajak Sunda diduga sebagai ancaman kepada kelanggengan wujud danding (guguritan dan wawacan) yang dianggap sebagai sastra Sunda asli.

Namun sejalan berjalannya kala dan pemahaman masyarakat dapat karya sastra, sajak Sunda telah di terima secara terbuka dan mulai adat di dalam bahasa Sunda. Tidak ada aturan pribadi didalam pembuatan sajak Sunda, supaya pengarang bebas mengekpresikan perasaannya.

Sajak merupakan karya sastra yang akan dinikmati lewat penentuan kosa katanya yang indah. berikut sajak Sunda pendek dan terjemahannya yang dikutip berasal dari buku Puisi Sunda moderen di dalam Dua bhs oleh Ajip Rosidi.

1. Paliwat dina Kareta karya Kis Ws

Kareta Jakarta-Surabaya
Jeung Surabaya-Bandung
Paliwat tengahing jalan
Duanana tonggoy nyemprung
Panumpang paboro-boro ngaralong
Papaliwat papada numpukan kilat
Semet silih reret sahorelat
Ieu diri bet asa reg cicing
Nu maju tingbelesur
Ukur batur!
Terjemahannya:
Berpapasan di di dalam Kereta karya Kis. Ws.
Kereta Jakarta-Surabaya
Dan Surabaya-Bandung
Berpapasan di ulang sedang jalan
Keduanya melesat cepat
Penumpang menengok berasal berasal dari jendela
Sama-sama menunggang kilat
Hanya saling lirik sekelebat
Mengapa diri serasa berhenti
Yang melesat terbang
Hanya orang!

2. Beca karya Sayudi

Jalan netek
Beca lengkahna ngeteyep
Dina sela-sela napas kuda
Dina sela-sela warna kota
Beuratna muatan beuratna tanggungan
Di tukang momot kamelang
Di hareup muat kahayang
Na beteung bawana lapar
Terjemahannya:
Becak karya Sayudi
Becak jalan perlahan
Di sela-sela napas kuda
Di sela-sela warna kota
Beratnya muatan beratnya tanggungan
Di belakang dibebani kecemasan
Di depan dimuati keinginan
Sedang perut lapar selalu

3. Langit Ceudeum karya Sayudi

Langit ceudeum
Hate hieum
Hiliwir angin berewit
Angin tuhur nutup kujur
Mawa carita naraka
Bubuara nyesek dada
Hiji-hiji jarji jandela muka
Jalan kunang-kunang
Ngaplak dataran taraha
Digurat kudrat tangara durma
Langit ceudeum
Hate hieum
Saha nu tandang meunang
Saha nu tungkul remuk
Terjemahannya:
Langit Mendung karya Sayudi
Langit mendung
Hati bingung
Gemersik angin penyakit
Angin kering menutup diri
Membawa cerita neraka
Berkelana menyesakkan dada
Satu demi satu jeruji jendela terbuka
Jalan berkunang-kunang
Dataran renjul terbentang
Digaris takdir tengara perang
Langit mendung
Hati bingung
Yang unggul maju
Yang tunduk remuk

4. Tangtungan karya Kis Ws

Bulan ngambang ‘na balungbang
Ngempray lir raray marahmay
Hate geugeut patembongan
Tanggah ka langit
Geuning aya bulan imut
Kareueut matak kapincut
Tungkul: ngempur
Tanggah: ngempray
Mending mana mending mendi
Nu asli amat yakin ngan hiji
Terjemahannya:
Pendirian karya Kis. Ws.
Bulan mengambang di atas kolam
Terang bercahaya bagai wajah ramah ria
Hati rindu berhadapan
Menengadah ke langit
Di sana pun bulan manis tersenyum
Menawan hati terkulum
Menunduk: bersinar
Mendongak: berbinar
Kupilih gerangan yang mana
Yang asli yakin hanya satu

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *