Kota Ephesus Jejak Kejayaan Yunani di Tanah Turki

Kota Ephesus Jejak Kejayaan Yunani di Tanah Turki – Ephesus merupakan salah satu kota Yunani Kuno di barat Antatolia, sekarang merasa kota Selcuk, Provinsi Izmir, Turki. Ephesus mulai satu berasal dari 12 kota liga Ionian dalam sejarah pemerintahan Yunani Kuno.

Kota Ephesus Jejak Kejayaan Yunani di Tanah Turki

Kota Ephesus membuka sejarah yang sangat panjang, apalagi hingga dikala ini para peneliti dari semua dunia belum akan menggali semua hasil kebudayaan berasal dari peradaban kota selanjutnya

Para arkeolog mesti Mengerjakan ekskavasi antara wilayah yang sangat luas, mencakup semua jatah utama kota dan lingkungan sekelilingnya, yang terdiri berasal dari Ruang perbukitan, dan lembah.

Diperkirakan tetap ada ribuan benda-benda peninggalan kota Ephesus yang tetap tertimbun, dan memerlukan digali. berasal dari sebagian bukti histori yang telah terkumpul, diketahui bahwa Ephesus udah dihuni oleh manusia kurang lebih th. 6000 SM.

Kota Ephesus kondang bersama bangunan kuil Artemis yang merupakan satu dari tujuh keajaiban dunia kuno. Kuil yang selesai dibangun antara 550 SM itu dihancurkan oleh St. John Chrysostom dan pasukannya pada 401 SM.

Pada 1870-an, dilakukan sebuah penggalian untuk menemukan keberadaan kuil tersebut oleh Museum Inggris. Mereka berhasil memperoleh pilar-pilar penyangga kuil, yang diperkirakan tetap hadir bangunan utamanya yang tertinggal.

Kemudian ditemukan terhitung sebuah bangunan teater, bernama Odeon, yang dibangun semasa pemerintahan Vedius Antonius th. 150 Masehi. Bangunan itu biasa digunakan untuk perjamuan kecil kekaisaran, dan juga fasilitas dilangsungkannya pertunjukan disaat itu.

Daya tampung teater Odeon cukup besar, sebanyak 1500 orang, dengan jumlah tangganya 22 buah. pembagian atas teater dibuat bersama dengan memakai pilar-pilar granit merah.

Di Ephesus pun ditemukan kuil Hadrian yang dibangun sekitar abad kedua dan mengalami pemugaran antara abad ke-4. Bangunan kuil telah didirikan ulang berasal dari sisa-sisa reruntuhan yang masih akan diselamatkan. Di kuil Hadrian akan ditemukan sebagian relief muka mencakup Theodosius I dan keluarganya.

Kuil Domitian, kuil terbesar di kota selanjutnya dibangun memanfaatkan pilar-pilar berukuran tidak cukup lebih 13 mtr. Di sana terletak sebuah teater yang digunakan untuk bermacam pertunjukan, dan sebagai sarana belajar bagi rakyatnya. dapat dikatakan bahwa media tersebut jadi bangunan sekolah pada zaman itu.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *