Hadits Perihal Silaturahmi Beserta Berarti Yang Perlu Dimengerti Tiap Tiap Muslim

Hadits Perihal Silaturahmi Beserta Berarti Yang Perlu Dimengerti Tiap Tiap Muslim – Di dalam bhs Arab, silaturahmi berasal dari dua kata, yaitu silah (صلة) yang mengisyaratkan menyabung dan ar rahim (الرحم) yang berarti karib-kerabat. bersama dengan kata lain, silaturahmi adalah menyambung interaksi dengan para karib-kerabat.

Hadits Perihal Silaturahmi Beserta Berarti Yang Perlu Dimengerti Tiap Tiap Muslim

Sebagaimana dijelaskan oleh Imam An Nawawi dalam kitabnya yang berjudul Syarh Shahih Muslim, beliau berkata:

وَأَمَّا صِلَةُ الرَّحِمِ فَهِيَ الْإِحْسَانُ إِلَى الْأَقَارِبِ عَلَى حَسَبِ حَالِ الْوَاصِلِ وَالْمَوْصُولِ فَتَارَةً تَكُونُ بِالْمَالِ وَتَارَةً بِالْخِدْمَةِ وَتَارَةً بِالزِّيَارَةِ وَالسَّلَامِ وَغَيْرِ ذَلِكَ

Artinya: “Adapun silaturahim adalah berbuat baik kepada karib-kerabat sesuai bersama dengan situasi orang yang hendak menghubungkan dan kondisi orang yang hendak dihubungkan. kadang waktu berbentuk kebaikan didalam hal harta, kadang-kadang bersama dengan berikan pemberian tenaga, terkadang bersama dengan mengunjunginya, bersama dengan berikan salam, dan cara lainnya.”

Rasulullah SAW juga mengajarkan sehingga tiap-tiap Muslim hendaknya senantiasa bersilaturahmi. seperti apa hadits perihal silaturahmi beserta artinya berasal dari sabda Rasulullah SAW?

Hadits perihal Silaturahmi beserta Artinya

Seperti yang disebutkan sebelumnya Rasulullah SAW memerintahkan kepada umatnya untuk tetap mempertahankan tali silaturahmi, sebagaimana tertulis dalam hadits tersebut ini:

تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ، ذَرْهَ

Artinya: “Beribadahlah pada Allah SWT bersama dengan prima jangan syirik, dirikanlah sholat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturahmi dengan orangtua dan saudara.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga mengatakan maksud berasal dari silaturahmi. Beliau bersaba:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Artinya: “Silaturahmi bukanlah yang saling membalas kebaikan. namun seorang yang mengupayakan menjalin jalinan baik meski lingkungan terdekat (relatif) mengakibatkan kerusakan hubungan persaudaraan bersama dengan dirinya.” (HR. Bukhari)
Rasulullah juga mengingatkan ancaman Allah SWT bagi siapa saja yang memutuskan jalinan dengan para kerabatnya dan tidak menjaga tali silaturahmi, layaknya dalam sabda selanjutnya ini:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ‏:‏ أَنَا الرَّحْمَنُ، وَأَنَا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنَ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ

Artinya: “Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Kuasa berfirman, “Aku adalah yang Maha Pengasih (Ar-Rahman). saya buat ikatan persaudaraan dan memberinya nama berasal dari namaKu. jikalau siapa saja menjaga ikatan silaturahmi, maka mempertahankan jalinan dengannya. Dan saya dapat memutus interaksi bersama siapa saja yang menetapkan silaturahmi.”

Keutamaan Menjalin Silaturahmi

Menyadur berasal dari laman NU Online, silaturahmi didalam Islam dianggap sebagai amalan utama yang dapat menyambung kembali apa saja yang terputus. Oleh sebab itu, silaturahmi memiliki banyak keutamaan dan fungsi luar biasa.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa keliru satu keutamaan menjalin silaturahmi adalah bakal mendapatkan pahala yang besarnya melebihi memerdekakan seorang budak. berasal dari Maimunah Ummul-Mukminin, ia berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَشَعَرْتَ أَنِّي أَعْتَقْتُ وَلِيدَتِي قَالَ أَوَفَعَلْتِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّكِ لَوْ أَعْطَيْتِهَا أَخْوَالَكِ كَانَ أَعْظَمَ لِأَجْرِكِ

Artinya: “Wahai Rasulullah, tahukah engkau bahwa aku memerdekakan budakku? Nabi tanya Apakah engkau sudah melaksanakannya? Ia menjawab, Ya. Nabi bersabda, andaikan engkau berikan budak itu kepada paman-pamanmu, maka itu akan lebih besar pahalanya.” (HR. Bukhari)

Silaturahmi termasuk merupakan faktor yang akan memperpanjang umur dan menaikkan rezeki. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah SWT bakal menjamin kemakmuran bagi mereka yang menjalin silaturahmi, beliau bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Siapa saja yang bahagia diberi lebih banyak kemakmuran (wealth) dan usia panjang, maka dia perlu menjalin jalinan baik dengan orangtua dan saudaranya.” (HR. Bukhari)

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *