Bahasa Bali Alus Beserta Umpama Kosakata dan Kalimatnya

Bahasa Bali Alus Beserta Umpama Kosakata dan Kalimatnya – keliru satu wujud keanekaragaman budaya di Nusantara adalah bahasa daerah bhs ini digunakan oleh suatu masyarakat yang berasal dari tempat atau suku yang persis perihal ini juga berlaku untuk masyarakat Bali yang pakai bahasa daerah didalam kesehariannya.

Bahasa Bali Alus Beserta Umpama Kosakata dan Kalimatnya

Sama halnya dengan bhs Jawa, hadir beberapa tingkatan pemakaian bahasa Bali, salah satunya yaitu bahasa Bali alus. bahasa Bali alus digunakan untuk bertutur formal sekiranya dikala berbicara bersama dengan pendeta, pertemuan formal di tingkat desa tradisi meminang wanita, atau ketika berbicara bersama dengan orang yang resmikan posisi tertentu.

Disadur dari buku yang berjudul Duta Dharma Sastra Pandita karangan I Made Suweta, di dalam bahasa Bali alus terbagi lagi jadi beberapa tingkatan yaitu kruna alus madia, kruna alus sor, kruna alus mider, dan kruna alus singgih. Kruna merupakan sebuah istilah untuk penggolongan ragam kosakata didalam bahasa Bali.

Tingkatan bahasa Bali Alus

Melansir dari laman Kemendikbud dan buku Kamus Anggah Ungguh Kruna oleh Dr. Drs. I Nyoman Suwija, M.Hum., A.Ma. dkk., selanjutnya tingkatan bhs Bali alus beserta contoh kosakatanya dan kalimatnya.

1. Kruna alus madia

Kruna alus madia adalah kalimat yang bahasanya hampir sama bersama kosakata alus dan kasar. umpama kosakata:

Ampun berarti sudah.
Sira berarti siapa.
Niki artinya ini.
Napi berarti apa.

Contoh kalimat:

1. “Tiang ampun pules” artinya “Saya udah tidur”.
2. “Niki sira nuenas?” bermakna “Ini siapa yang makan?”.

2. Kruna alus (sor)

Kruna alus sor merupakan wujud kosakata alus yang digunakan untuk merendahkan diri. misal kosakata:

Padem berarti mati.
Nunas artinya makan.
Budal berarti pulang.
Wasta artinya nama.
Ipun bermakna aku atau ia.

Contoh kalimat:

1. “Titiang mawasta I Nyoman Indrayudha” berarti “Saya bernama I Nyoman Indrayudha”.
2. “Aji wau dumunan budal” berarti “Ayah tadi duluan pulang”.

3. Kruna alus mider (ami)

Kruna alus mider (ami) merupakan bhs Bali alus yang dapat digunakan untuk golongan atas (nyinggihang sang singgih) dan terhitung dipakai golongan bawah (ngesorang sang sor). semisal kosa kata:

Rauh artinya datang.
Memargi artinya berjalan.
Kanin berarti luka.
Eling berarti ingat.
Lali bermakna lupa.

Contoh kalimat:

1. “Wayan pasti lali ring titiang nggih?” artinya “Wayan tentu lupa ya persis saya?”.
2. “Titiang kantun memargi ke peken” artinya “Saya tetap jalan di pasar”.

4. Kruna alus singgih (asi)

Kruna alus singgih merupakan wujud kosakata halus yang digunakan untuk menghormati orang tua atau golongan atas. contoh kosa kata:

Seda, lebar, atau lepas bermakna mati.
Ngrayunang atau munggah berarti makan.
Nyumpena berarti mimpi.
Ngandika atau mawacana berarti berkata.
Ngaksi atau nyuryani berarti melihat.
Makolem artinya tidur.

Contoh kalimat:

1. “Rabinidané sampun mobot mangkin” bermakna “Isteri beliau udah hamil sekarang”
2. “Okandane sané istri makolem ke taban” bermakna “Anaknya yang perempuan tidur di kasur”.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *