7 Hadis perihal Zina Yang harus dipahami Seorang Muslim – Allah SWT melarang hamba-Nya untuk melakukan perzinaan. karena zina merupakan salah satu dosa besar yang mendatangkan siksa teramat pedih bagi siapa pun yang melakukannya. hal itu telah dijelaskan dalam Al-Qur’an maupun hadits berkenaan zina. Oleh sebab itu, penting bagi seorang muslim untuk menjauhi dosa besar yang satu ini.
Pengertian Zina
Pengertian zina secara lazim dapat dimengerti sebagai tindakan hubungan badan yang diharamkan, baik lewat kemaluan maupun dubur oleh dua orang yang tak terikat standing sebagai suami-istri.
Menyadur buku Ensiklopedi Muslim oleh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, zina merupakan keliru satu dosa terbesar sesudah dosa kekafiran, kesyirikan, dan pembunuhan pada jiwa dan juga tingkah laku keji yang paling besar secara mutlak.
Selain merupakan dosa besar, zina dapat mengundang berbagai masalah di antaranya terputusnya ikatan hubungan darah, hancurnya kehidupan rumah tangga, ketidakjelasan garis keturunan, menambah risiko terjangkit penyakit kelamin, dan beraneka persoalan lainnya.
Karena itulah, zina merupakan perihal yang patut untuk dihindari dan termasuk tidak benar satu perbuatan keji yang terlalu dibenci Allah SWT.
Allah SWT berfirman di dalam surah al Isra ayat 32:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا
Ayat Al-Qur’an lainnya yang menuturkan betapa kejinya tingkah laku zina tertera didalam surah an Nur ayat 2:
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Artinya: “Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, maka deralah tiap-tiap satu dari keduanya bersama dengan seratus kali deraan. Dan janganlah anda belas kasihan kepada keduanya di di dalam menggerakkan (ketentuan) agama Allah, yaitu bila kamu beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah (dalam melaksanakan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”
Ayat di atas memperlihatkan betapa dahsyatnya siksaan yang diganjarkan ke tiap tiap pelaku zina. perihal itu juga dijelaskan di dalam surah al Furqan ayat 68-70, yang berbunyi:
* وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا * إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Artinya: “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) jikalau bersama dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang Mengerjakan yang demikianlah itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya). (Yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia dapat kekal dalam azab itu, dalam situasi terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan melaksanakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah bersama dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun kembali Maha Penyayang.”
Jenis Zina
Menurut buku Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Kelas XI yang disusun oleh Aminudin dan Harjan Syuhada, secara umum zina dapat dibedakan terasa dua tipe di antaranya adalah sebagai berikut:
Zina Mukhsan
Jenis zina ini merupakan kelakuan yang dilakukan oleh orang yang telah balig, berakal, merdeka, udah dulu melakukan pernikahan secara sah. bersama dengan kata lain, zina muhsan merupakan zina yang ditunaikan oleh seorang suami, istri, duda atau janda bersama dengan orang lain yang tak terikat pernikahan.
Adapun hukuman bagi pelaku zina muhsan adalah dirajam atau dilontari bersama dengan batu sampai meninggal dunia.
Zina Ghairu Muhsan
Berbeda dengan jenis zina sebelumnya zina ghairu muhsan merupakan kelakuan yang dikerjakan oleh orang yang belum pernah menikah. Hukuman bagi pelaku zina ghairu muhsan, yaitu didera atau dicambuk sebanyak seratus kali kemudian diasingkan di suatu media yang jauh dari penduduk selama satu tahun.
Kedua style zina di atas hendaknya kami hindari dikarenakan tak cuman penghakiman sesama manusia selama di dunia yang akan didapat, sedang terhitung murka Allah SWT di akhirat kelak. Naudzubillahimindzalik.
Kumpulan Hadits berkenaan Zina
Selain dipaparkan secara mengetahui didalam Al-Qur’an, larangan zina beserta ganjaran siksa yang didapatkan termasuk disampaikan melewati beberapa hadis.
Dikutip dari NU Online dan bermacam sumber lainnya, selanjutnya kumpulan hadits perihal zina yang butuh dimengerti sehingga akan menambah iman kita dan terhindar dari tingkah laku keji tersebut.
Berzina merupakan tanda tidak beriman pada Allah SWT
Sebagai seorang muslim, hendaknya kami mematuhi semua perintah dan menghindari segala larangan-Nya sebagai wujud keimanan, termasuk menghindarkan zina. sebab orang yang berzina tak ubahnya orang yang meniadakan larangan-Nya dan dapat mendapat dosa.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi, Rasulullah bersabda:
إِذَا زَنَى الرَّجُلُ خَرَجَ مِنْهُ الإِيمَانُ كَانَ عَلَيْهِ كَالظُّلَّةِ فَإِذَا انْقَطَعَ رَجَعَ إِلَيْهِ الإِيمَان
Artinya: “Jika seseorang itu berzina, iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya tetapi diliputi oleh gumpalan awan (di atas kepalanya). kalau dia terlepas dari zina, iman itu bakal ulang padanya.”
Sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari termasuk menuturkan bahwa zina merupakan pertanda tidak berimannya seseorang pada Allah SWT. Rasulullah bersabda:
لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ
“Tidaklah seorang berzina apabila dirinya beriman,” (HR. Bukhari).
Hadis di atas tunjukkan betapa kejinya kelakuan zina, sehingga mustahil kecil} bagi seseorang yang beriman melaksanakan tingkah laku tersebut.
Zina merupakan mengisyaratkan datangnya kiamat
Tak hanya sebagai tabiat yang pertanda ketidakimanan seorang hamba pada Allah SWT, zina terhitung merupakan berarti jadi dekatnya hari kiamat. di dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ، وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ، وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا
Artinya: “Sesungguhnya di pada ciri-ciri kiamat yakni diangkatnya ilmu dan kebodohan kelihatan menyadari dan banyak yang minum khamar dan banyak orang berzina secara terang-terangan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hukuman dan siksaan bagi orang berzina
Seperti yang disebutkan pada mulanya zina meresmikan hukuman yang setimpal bagi siapa pun yang melakukannya. di dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menceritakan mimpinya,
“Sampai di suatu media layaknya tungku pembakaran. Tiba-tiba terdengar nada gemuruh dan riuh. Ternyata di sana ada laki laki dan perempuan telanjang. Tak berselang lama, datanglah lidah api dari bawah menuju mereka. sesudah lidah api itu perihal mereka, mereka menjerit keras. dikala panorama itu ditanyakan, dijelaskan bahwa sejumlah laki laki dan perempuan telanjang itu adalah para pezina.” (HR. Bukhari).
Hadis lain yang menyebutkan hukuman bagi pelaku zina juga diriwayatkan oleh Muslim, berasal dari Ubadah bin Shamit ra., Rasulullah bersabda:
البكْر بالبِكْر جَلْدُ مائة ونَفْيُ سَنَة والثّيّبُ بالثّيّبِ ، جَلْدُ مائة والرّجْم
Artinya: “Perawan dengan perjaka (jika berzina), dicambuk 100 kali dan diasingkan setahun. Duda bersama janda (jika berzina), dicambuk 100 kali dan dirajam.” (HR. Muslim).
Selain siksaan di dunia, datang hukuman lain yang diterima para pelaku zina di akhirat kelak. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Barang siapa berjabat tangan bersama dengan seorang perempuan, maka kelak di hari akhir ia akan dirantai bersama dengan rantai api neraka. Dan apabila ia menciumnya, di hari akhir bakal digunting kedua bibirnya bersama gunting api neraka. Dan jikalau ia berzina dengannya, ke dua pahanya akan lihat kelak di hari akhir tentang perbuatannya yang keji itu dan Allah murka padanya.”
Orang yang berzina merupakan manusia yang dihindari Allah SWT
Di hari kiamat kelak, salah satu di antara tiga jenis manusia yang dihindari Allah SWT adalah orang yang berzina. Rasulullah SAW bersabda:
ثَـلَاثَةٌ لَا يُـكَـلّـِمُـهُمُ اللّٰـهُ يَوْمَ الْقِـيَـامَـةِ وَلَا يُـزَكّـِيْهِمْ (وَلَا يَـنْـظُـرُ إِلَيْهِمْ) وَلَـهُمْ عَـذَابٌ أَلِـيْمٌ: شَيْخٌ زَانٍ، وَمَـلِـكٌ كَـذَّابٌ ، وَعَائِـلٌ مُسْتَـكْبِـرٌ
Artinya: “Tiga (jenis manusia) yang tidak diajak berbicara oleh Allah pada hari kiamat dan tidak pula Allah menyucikan mereka dan tidak menyaksikan antara mereka, sedangkan bagi mereka siksa yang pedih, yaitu laki laki tua yang bahagia berzina, seorang raja pendusta dan orang miskin yang sombong.” (HR. Muslim).
Itulah penjelasan tenyang zina yang telah dipaparkan di dalam Al-Qur’an maupun hadis. Semoga kita selamanya dilindungi dari berbagai prilaku yang dimurkai oleh Allah SWT.