7 Alat Ukur Listrik Berdasarkan Manfaat Dan Langkah Kerjanya

7 Alat Ukur Listrik Berdasarkan Manfaat Dan Langkah Kerjanya – Alat ukur listrik digunakan untuk mendeteksi ataupun mengukur besaran-besaran listrik yang mengalir, seperti hambatan kuat arus, energi listrik, dan sebagainya. Berdasarkan bentuknya, ada dua tipe alat ukur listrik di pasaran, yakni analog dan digital.

7 Alat Ukur Listrik Berdasarkan Manfaat Dan Langkah Kerjanya

Dikutip dari basic teknik Listrik oleh Hantje Ponto (2018: 147-149), alat ukur listrik analog adalah alat ukur yang memakai jarum penunjuk yang diarahkan antara skala yang tertera antara alat ukur selanjutnya sementara alat ukur digital menghasilkan pembacaan ukuran besaran listrik berwujud angka.

Berdasarkan fungsinya, ada bermacam gaya alat ukur listrik yang akan digunakan untuk mengukur besaran listrik, terasa berasal dari multimeter sampai wattmeter. tengok deskripsi lengkapnya di bawah ini.

Alat Ukur Listrik

Besaran-besaran listrik dapat diketahui dengan gunakan alat ukur yang bisa diperoleh di pasaran bersama beragam model maupun merk berikut sebagian model alat ukur yang digunakan untuk mengukur dan menguji komponen-komponen listrik.

1. Multimeter

Multimeter adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur tegangan listrik, (voltage), arus listrik (ampere), dan rintangan listrik (ohm) di dalam satu unit. Multimeter kerap disebut termasuk bersama makna multitester atau AVOMeter singkatan berasal dari Ampere, Volt, Ohm mtr.

Seiring perkembangan teknologi, kini sebuah multimeter atau multitester tidak cuman dapat mengukur ampere, voltage, dan ohm, namun dapat juga kapasitansi, frekuensi, dan induksi di dalam satu unit.

2. Amperemeter

Amperemeter adalah suatu alat untuk mengukur kuat arus listrik DC dan AC yang mengalir pada peralatan elektronik. Alat ukur tipe ini teristimewa terpasang dalam suatu peralatan elektronik, seperti radio, tape recorder, amplifier (penguat), dan sebagainya.

Amperemeter dipasang dalam peralatan elektronik untuk memonitor segera besaran arus listrik yang mengalir pada peralatan elektronik tersebut.

3. Voltmeter

Voltmeter merupakan suatu alat untuk mengukur besar tegangan listrik antara alur listrik. Bergeraknya jarum penunjuk antara voltmeter karena ada gaya magnetik yang disebabkan berjalan pertalian medan magnet dan kuat arus.

Semakin besar arus mengalir antara kumparan yang diletakkan di antara medan magnet, dapat semakin besar pergerakan jarum, sehingga bakal menunjuk angka yang lebih besar.

Sebagaimana amperemeter, alat ukur voltmeter terpasang didalam peralatan elektronik untuk memonitor segera besaran tegangan pada peralatan tersebut.

4. Ohmmeter

Ohmmeter adalah alat khusus untuk mengukur tahanan atau rintangan listrik, yang merupakan energi untuk mencegah aliran arus listrik didalam konduktor antara suatu rangkaian listrik. Satuan hasil pengukuran dinyatakan dalam ohm.

Dikutip dari Pembelajaran konsep Listrik dan Magnet oleh Saminan (2017: 62), ohmmeter gunakan galvanometer untuk mengukur arus listrik yang melalui suatu tahanan listrik lalu dikalibrasi didalam satuan ohm. Hasil pengukuran dapat kelihatan atau terbaca antara display alat ukur tersebut.

5. Tespen

Tespen atau test pen adalah alat ukur yang digunakan untuk mengenali atau mengecek apakah sebuah penghantar meresmikan tegangan listrik atau tidak. Penghantar listrik yang dimaksud di sini akan bersifat kabel listrik, kawat listrik, maupun stop kontak listrik.

Tespen hanya dapat digunakan untuk mengetahui datang atau tidaknya aliran listrik di suatu penghantar listrik bersama sebuah indikator lampu. jikalau andaikata terletak listrik di kabel listrik, maka lampu indikator dapat menyala. Sebaliknya, apabila tidak hadir aliran listrik, lampu indikator tidak dapat menyala.

6. Tang Ampere atau Clamp Meter

Tang ampere atau dalam bahasa Inggris disebut bersama dengan clamp mtr. adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur arus listrik pada sebuah kabel konduktor yang dialiri arus listrik, bersama mengfungsikan dua rahang penjepit (clamp).

Pada rata-rata clamp mtr. yang terletak di pasaran resmikan fungsi sebagai multimeter termasuk jadi selain terdapat dua rahang penjepit, clamp meter terhitung meresmikan dua probe yang akan digunakan untuk mengukur resistansi, tegangan AC (alternating current), dan tegangan DC (direct current).

7. Wattmeter

Wattmeter adalah alat untuk mengukur energi listrik atau tingkat pasokan energi listrik dalam satuan watt pada suatu alur listrik. Alat ukur ini digunakan untuk mengukur energi listrik antara beban-beban yang sedang beroperasi didalam suatu sistem kelistrikan bersama sebagian kondisi beban, seperti energi listrik bolak balik dan kekuatan listrik Sejalan

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *